Pemkab Ngawi dan Satgas Pangan Gerak Cepat Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg di Kedunggalar

Ngawi I GemaTipikor – Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Satgas Pangan bergerak cepat menyikapi kelangkaan sekaligus kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram yang terjadi di Kecamatan Kedunggalar dalam beberapa hari terakhir. Langkah responsif ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga sekaligus melindungi masyarakat dari lonjakan harga yang tidak wajar.
Sejak Minggu (15/03/2026) hingga Senin (16/03/2026), salah satu pangkalan gas elpiji milik Saiman yang berada di sekitar perlintasan kereta api Kedunggalar mulai menjual elpiji 3 kilogram dengan harga Rp18 ribu per tabung. Kebijakan ini langsung disambut antusias oleh masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir kesulitan memperoleh gas bersubsidi tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean warga yang cukup panjang sejak siang hingga sore hari. Masyarakat datang secara bergantian untuk membeli gas elpiji dengan tertib. Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, setiap pembeli diwajibkan menunjukkan KTP asli sehingga distribusi dapat dipantau dan tidak terjadi pembelian berulang dalam jumlah besar oleh pihak tertentu.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pengawasan pemerintah daerah terhadap penyaluran LPG bersubsidi agar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak, terutama kalangan rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Salah satu warga Kedunggalar, Agus, mengaku sangat terbantu dengan adanya kebijakan tersebut. Ia menyampaikan bahwa selama beberapa minggu terakhir masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.
“Sudah berminggu-minggu gas elpiji 3 kilogram sulit didapat. Kalau ada pun harganya melonjak hingga Rp25 ribu, Rp27 ribu bahkan sampai Rp30 ribu per tabung. Kami sangat bersyukur sekarang sudah bisa membeli dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.

Pada Senin (16/03/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama Kapolres Ngawi AKBP Prayoga yang tergabung dalam Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi. Salah satu lokasi yang menjadi tujuan sidak adalah pangkalan milik Saiman yang berada di kawasan perlintasan kereta api Kecamatan Kedunggalar.
Kehadiran langsung pimpinan daerah dan aparat kepolisian tersebut bertujuan memastikan penyaluran gas elpiji bersubsidi berjalan sesuai aturan, harga tetap berada pada batas yang telah ditetapkan, serta mencegah adanya praktik penimbunan maupun permainan harga di tingkat distribusi.
Selain melakukan pemantauan, Satgas Pangan juga memberikan imbauan kepada para agen, pangkalan, maupun pengecer agar menyalurkan LPG sesuai ketentuan dan tidak mengambil keuntungan berlebih yang dapat merugikan masyarakat.
Upaya pengawasan ini diharapkan mampu menormalkan kembali distribusi gas elpiji 3 kilogram di wilayah Kedunggalar dan sekitarnya, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang wajar dan stabil.
Warga pun menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dalam merespons keluhan masyarakat.
“Terima kasih tak terhingga kepada Bapak Bupati Ngawi dan Bapak Kapolres atas respons cepatnya menyikapi kelangkaan dan kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Kedunggalar. Kami berharap kondisi ini bisa segera kembali normal,” pungkas Agus.(AS)





