Dari Coffee Morning ke Aksi Nyata: APH Sepakat Perkuat Integritas

Bandar Lampung, GemaTipikor – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang menggelar kegiatan Coffee Morning Criminal Justice System (CJS) bersama seluruh aparat penegak hukum (APH) di Bandar Lampung. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi dan harmonisasi dalam sistem peradilan pidana,( Selasa, 28 April 2026).
Mengusung tema “Dialektika Implementasi SEMA No. 1 Tahun 2026 dan Perma No. 8 Tahun 2020”, kegiatan ini menitikberatkan pada pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam menjawab berbagai tantangan praktik penegakan hukum.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PN Tanjungkarang Nelson Angkat beserta jajaran, perwakilan Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Kapolresta Bandar Lampung, serta pimpinan lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, dan balai pemasyarakatan.
Forum berlangsung dalam suasana hangat namun tetap profesional. Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai pertanyaan, pandangan, hingga persoalan berbasis kasus (case-based issues) yang kerap muncul di lapangan.
Para panelis yang terdiri dari unsur pengadilan, kepolisian, kejaksaan, hingga pemasyarakatan memberikan respons secara lugas, komprehensif, dan langsung pada pokok persoalan. Diskursus yang berkembang menunjukkan adanya dialog konstruktif antar lembaga dalam memahami serta mengimplementasikan regulasi secara lebih efektif dan seragam.
Sejumlah isu krusial turut menjadi fokus pembahasan, antara lain sinkronisasi proses penanganan perkara, optimalisasi peran masing-masing institusi dalam kerangka criminal justice system, serta penguatan prinsip due process of law.
Ketua PN Tanjungkarang, Nelson Angkat, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai forum ini memiliki nilai strategis dalam membangun kesamaan persepsi serta meningkatkan kualitas koordinasi lintas institusi.
“Forum seperti ini penting untuk menjaga sinergi antar aparat penegak hukum. Harapannya dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dari hasil diskusi, forum merumuskan sejumlah rekomendasi strategis yang diharapkan menjadi pedoman dalam pelaksanaan peradilan pidana ke depan. Rekomendasi tersebut menitikberatkan pada peningkatan koordinasi, penyamaan persepsi dalam penerapan regulasi, serta penguatan integritas dan profesionalitas aparat penegak hukum.
Kegiatan Coffee Morning CJS ini diharapkan terus berlanjut sebagai forum berkelanjutan guna mendorong terciptanya sistem peradilan pidana yang lebih efektif, transparan, dan berkeadilan.
Editor: AH





