Mendes PDT Dorong Pesantren Adaptif terhadap Perkembangan Zaman tanpa Tinggalkan Nilai Luhur
Mojokerto, GemaTipikor – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai pilar utama pendidikan masyarakat desa sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan yang telah terbukti sepanjang perjalanan sejarah Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Yandri saat menghadiri prosesi wisuda kelas akhir di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (14/6/2026).
Dalam sambutannya, Yandri menilai pesantren telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka. Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis keagamaan itu tidak hanya menjadi pusat pengajaran Islam, tetapi juga turut berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk melalui Resolusi Jihad yang menggerakkan kalangan santri untuk membela Tanah Air.
“Pondok pesantren dan madrasah telah berdiri sebelum Indonesia merdeka dan memberikan kontribusi terbaiknya bagi kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Yandri.
Ia menambahkan, pesantren hingga kini tetap memegang peranan penting dalam membentuk karakter generasi muda. Sistem pendidikan yang diterapkan dinilai mampu menggabungkan pembelajaran ilmu pengetahuan dengan pembinaan moral dan spiritual secara menyeluruh.
Menurut Yandri, pola pendidikan yang berlangsung selama 24 jam di lingkungan pesantren menjadi keunggulan tersendiri dalam membentengi santri dari berbagai pengaruh negatif di era modernisasi dan globalisasi.
Selain menjadi pusat pendidikan, pesantren juga dinilai berperan dalam menanamkan sikap toleransi, menghargai keberagaman, serta memperkuat komitmen kebangsaan di kalangan generasi muda. Karena itu, ia berharap lembaga pesantren terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasinya.
Meski mengakui adanya sejumlah kasus yang melibatkan oknum tertentu dan mencoreng citra pesantren, Yandri menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi kontribusi besar ribuan pesantren di Indonesia yang tetap konsisten menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan karakter.
“Ribuan pondok pesantren di Indonesia tetap menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membentuk sumber daya manusia yang berkarakter kuat dan memiliki komitmen kebangsaan,” katanya.
Acara wisuda tersebut turut dihadiri Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim, Bupati Mojokerto sekaligus Ketua Yayasan Ponpes Amanatul Ummah Muhammad Al Barra, serta Staf Khusus Mendes PDT yang juga Kepala Sekolah MTs Istimewa Amanatul Ummah, M Afif Zamroni.
Pemerintah berharap pesantren terus menjadi mitra strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak, dan semangat kebangsaan yang kuat.
Reporter: Ali Han





