Berita Investigasi

Baru 10 Hari Sudah Rusak, Proyek Bernilai Rp179 Juta Tuai Sorotan

AWI Desak Pemerintah Tidak Diam

Mempawah I GemaTipikor — Proyek APBD-P Provinsi Kalimantan Barat tahun 2025 kembali menjadi bahan perbincangan publik setelah jalan yang baru selesai dikerjakan justru mengalami kerusakan hanya dalam hitungan 10 hari. Temuan ini diperoleh setelah Tim Monitoring Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) melakukan inspeksi di lokasi pekerjaan infrastruktur di Kecamatan Sungai Pinyuh, Desa Galang, Kabupaten Mempawah.

Proyek tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Perkim Provinsi Kalimantan Barat dengan nilai anggaran Rp179.569.000.000,00 dan dikerjakan oleh CV Karya Anak Sakti yang beralamat di Jalan Adisucipto 50, Pontianak, Kalimantan Barat.

AWI Temukan Kejanggalan

Berdasarkan hasil monitoring, kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan meski baru berusia 10 hari memunculkan dugaan kuat bahwa proses pengerjaan tidak dilakukan sesuai standar teknis dan spesifikasi.

Tim AWI menilai kerusakan secepat itu tidak mungkin terjadi apabila proyek dilaksanakan dengan kualitas dan material yang benar, terlebih dengan nilai anggaran yang sangat besar.

“Dengan anggaran ratusan miliar, seharusnya hasil pekerjaan mampu bertahan bertahun-tahun, bukan 10 hari. Publik berhak bertanya: apa yang sebenarnya terjadi dalam proyek ini?” ujar salah satu anggota Tim AWI

Desak Pemeriksaan — Bukan Pembiaran

AWI menegaskan bahwa kerusakan dini ini bukan hanya soal kualitas pekerjaan, tetapi juga mengarah pada dugaan lemahnya pengawasan internal dari instansi terkait.

> “Jika proyek dengan anggaran sebesar ini dibiarkan rusak hanya dalam beberapa hari, maka ada persoalan serius yang tidak boleh ditutup-tutupi. Pemerintah harus turun tangan menyelidiki penyebabnya,” lanjut AWI.

Tim AWI mendesak agar Dinas Perkim Provinsi Kalimantan Barat maupun Inspektorat melakukan audit fisik dan administrasi terhadap proyek tersebut. Pembiaran tanpa tindakan disebut dapat mencederai kepercayaan publik dan berpotensi merugikan keuangan negara.

AWI Akan Pantau Terus

Tim menyatakan siap melakukan monitoring lanjutan dan akan membuka temuan lebih jauh kepada aparat penegak hukum jika ada indikasi penyimpangan atau pelanggaran teknis yang disengaja.

> “Kami tidak sedang menyerang siapa pun — kami hanya menjalankan fungsi kontrol sosial. Dan ketika uang rakyat dipertaruhkan, tidak boleh ada kompromi,” tegas Tim AWI. ( TIM)

Related Articles

Back to top button