NasionalPemerintahan

Kemendes Libatkan 75 Ribu Kepala Desa dalam Program Literasi Karantina

Jakarta, GemaTipikor – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) berencana menggandeng Badan Karantina Indonesia (Barantin) guna meningkatkan literasi karantina di lingkungan pemerintahan desa. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat pemahaman kepala desa dan perangkatnya terkait sistem karantina, standar mutu, hingga kesiapan ekspor komoditas desa,(Senin 11 Mei 2026).

Rencana kerja sama tersebut disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, saat menerima Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, di Ruang Rapat Menteri, Senin (11/5/2026).

Menurut Yandri, jumlah kepala desa yang mencapai lebih dari 75 ribu orang membutuhkan penguatan literasi karantina agar tidak menghadapi persoalan akibat kurangnya pemahaman terhadap aturan dan prosedur yang berlaku.

“Masih minim literasi karantina di tingkat desa. Karena itu kami mengajak Barantin untuk membangun kerja sama melalui MoU dan PKS guna mempertebal literasi karantina,” ujar Yandri.

Kemendes PDT juga akan melibatkan delapan asosiasi desa mitra kementerian, termasuk APDESI Merah Putih, PAPDESI, dan PABPDSI. Selain kepala desa, program literasi ini juga diarahkan kepada perangkat desa serta sekitar 34 ribu pendamping desa.

Yandri menilai peningkatan pemahaman soal karantina menjadi penting karena desa kini memegang peran strategis sebagai subjek pembangunan sekaligus penggerak ekonomi berbasis potensi lokal.

Sementara itu, Abdul Kadir Karding menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Ia menilai desa memiliki sumber daya yang besar, namun masih menghadapi keterbatasan dalam aspek standardisasi mutu dan sertifikasi produk.

Karena itu, Barantin mengusulkan pengembangan konsep Desa Ekspor Berbasis Biosekuriti dan Mutu Terjamin. Melalui skema tersebut, desa diharapkan mampu menghasilkan komoditas yang memenuhi standar kesehatan dan keamanan untuk pasar nasional maupun internasional.

Dalam rancangan sinergi itu, Kemendes PDT diusulkan fokus pada penguatan kelembagaan BUMDesa, peningkatan kapasitas produksi masyarakat, pemberdayaan ekonomi desa, serta pembangunan infrastruktur penunjang.

Adapun Barantin akan memperkuat sistem biosekuriti, pengawasan lalu lintas komoditas, penerapan standar sanitary dan phytosanitary, hingga penyediaan fasilitas gerbang ekspor.

Program kolaborasi tersebut direncanakan diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain Desa Berbasis Biosekuriti, program satu desa satu komoditas ekspor, Klinik Karantina Desa, BUMDesa Export Hub, Sekolah Lapang Karantina, hingga sistem digital traceability desa.

Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Kepala Badan Pengembangan Informasi Mulyadin Malik, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Dirjen PEID Tabrani, serta Staf Ahli Menteri Sugito.

Editor: AH

Related Articles

Back to top button