Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Kamtibmas
Ditpolairud Polda Kalbar Turun Langsung ke Pesisir Jeruju Besar

Kubu Raya | Gema Tipikor — Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan pelayaran serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) wilayah perairan melalui kegiatan Polisi Masyarakat (Polmas) Perairan di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Dirpolairud Polda Kalbar Nomor: Sprin/48/I/HUK.10./2026 tertanggal 14 Januari 2026, dan dipusatkan di kediaman Arbain, Koordinator Kelompok Nelayan sekaligus Ketua RT 03 RW 08 Desa Jeruju Besar.
Dimulai pukul 09.30 WIB, kegiatan dihadiri Kanit 1 Sisarbinmasair AKP M. Taslim, para ketua RT setempat, empat penyuluh perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tokoh agama Ustadz Basyuni, nelayan pesisir, serta personel Subdit Patroli Airud Ditpolairud Polda Kalbar.
Masyarakat Apresiasi Kehadiran Polairud
Mewakili warga, Ketua RT 21 RW 08 Sariman menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Ditpolairud Polda Kalbar di tengah masyarakat pesisir. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat edukasi keselamatan perairan, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat nelayan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran hukum dan keamanan wilayah pesisir.
Edukasi Legalitas dan Perlindungan Nelayan
Penyuluh perikanan KKP, Nur Siti Aisyah, menekankan pentingnya kepemilikan Kartu KUSUKA sebagai identitas resmi nelayan. Selain menjadi syarat administratif, kartu tersebut berfungsi sebagai akses perlindungan asuransi apabila terjadi kecelakaan kerja di laut.
Ia juga mendorong nelayan yang belum tergabung dalam kelompok untuk segera melengkapi persyaratan administrasi, guna mempermudah pendampingan, pengolahan hasil tangkap, hingga pemasaran produk perikanan. Sinergi antara penyuluh perikanan dan Polairud dinilai krusial dalam menciptakan perairan yang aman dan produktif.
Pesan Tegas Polairud: Keselamatan dan Hukum Tak Bisa Ditawar
Dalam penyampaian materi Polmas, AKP M. Taslim menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama. Ia mengingatkan nelayan untuk selalu melengkapi diri dengan alat keselamatan, mengingat tingginya angka kecelakaan laut akibat kelalaian terhadap standar keselamatan.
Ia juga menyampaikan jalur pelaporan bagi warga Jeruju Besar, baik melalui Marnit TPI Sungai Rengas maupun kontak person resmi Polairud, serta mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi negatif tentang institusi kepolisian yang belum tentu benar.
AKP Taslim menegaskan atensi pimpinan Polri bahwa setiap anggota yang terbukti terlibat narkoba akan dikenakan sanksi tegas berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Selain itu, disosialisasikan pula program Kapolda Kalbar terkait penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal, peredaran narkoba, gangguan kamtibmas perairan, serta penguatan ketahanan pangan.
Masyarakat juga diajak menjauhi narkoba, mengawasi pergaulan anak, tidak terlibat judi online, serta berperan aktif sebagai “polisi bagi diri sendiri dan lingkungan” dengan mencegah dan melaporkan potensi tindak kejahatan.
Dukungan Nyata untuk Nelayan Pesisir
Sebagai wujud kepedulian dan dukungan nyata, Ditpolairud Polda Kalbar menyerahkan sarana kontak secara simbolis kepada masyarakat pesisir, meliputi:
40 unit life jacket
4 bola voli dan 2 net voli
4 bola sepak
18 stel pakaian olahraga
2 raket badminton dan 1 tabung shuttlecock
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Secara keseluruhan, acara berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme, mencerminkan kuatnya sinergi antara Polairud dan masyarakat pesisir dalam menjaga keselamatan serta keamanan perairan Kalimantan Barat.
(Bsg/Red)



