Korupsi

Potret Kepemimpinan H. Sugiri Sancoko: Dari Akar Rumput Hingga Panggung Kabupaten Ponorogo

Ponorogo I GemaTipikor— Nama H. Sugiri Sancoko, S.E., M.M. kembali menjadi sorotan publik seiring dengan perkembangan kasus hukum yang melibatkan dirinya. Sebelum peristiwa tersebut mencuat, sosok yang lebih akrab disapa “Kang Giri” ini dikenal sebagai figur pemimpin yang tumbuh dari kalangan masyarakat sederhana dan berupaya membangun citra merakyat selama memimpin Kabupaten Ponorogo.

Identitas dan Latar Keluarga

Sugiri Sancoko lahir pada 26 Februari 1971 di Dusun Darat, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Ponorogo, yakni:

SD Negeri Gelangkulon, Sampung (1978-1984)

SMP Negeri Badegan (lulus 1987)

SMKN 1 Jenangan (lulus 1990)

Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Tritunggal Surabaya, di mana ia meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada tahun 2003. Selanjutnya, ia menuntaskan pendidikan Magister Manajemen (M.M.) di Universitas Dr. Soetomo pada tahun 2014.

Ia menikah dan dikaruniai tiga anak dengan nama yang khas dan penuh makna.

Karier Politik dan Kepemimpinan

Sebelum menjabat sebagai Bupati Ponorogo, Sugiri mengawali kiprah politiknya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2015. Pada Pilkada 2015, ia sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Ponorogo namun belum berhasil.

Lima tahun kemudian, dalam Pemilihan Bupati 2020, Sugiri berpasangan dengan Lisdyarita dan berhasil memenangkan kontestasi. Kiprahnya sebagai bupati diwarnai sejumlah program pembangunan, termasuk gagasan besar membangun Monumen Reog dan Museum Peradaban sebagai ikon wisata Ponorogo yang berorientasi budaya. Dua proyek tersebut digadang-gadang menjadi simbol kebangkitan seni dan identitas Ponorogo di tingkat nasional bahkan internasional.

Kang Giri juga dikenal dengan citra kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Sapaan khas “Frenn” dan simbol “Semut Ireng” menjadi elemen branding politiknya, menggambarkan kebersamaan dan gotong royong.

Citra, Program Sosial, dan Kedekatan dengan Masyarakat

Tumbuh dalam lingkungan keluarga petani menjadikannya kerap tampil sebagai sosok yang membaur dengan masyarakat akar rumput. Salah satu program yang menonjol adalah penguatan karakter pendidikan melalui dukungan kepada Sekolah Rakyat, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia menekankan pentingnya guru sebagai teladan dan motor pembentukan nilai keberanian, kepekaan, dan integritas.

Perkembangan Kasus OTT KPK

Pada hari Jumat, 7 November 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Sugiri Sancoko. OTT tersebut diduga berkaitan dengan dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, yang melibatkan pelantikan dan penempatan pejabat eselon II hingga IV.

Saat ini, pihak KPK telah mengamankan Sugiri beserta sejumlah pihak terkait. Status hukum dan kronologi lengkap tengah menunggu proses pemeriksaan lanjutan dari KPK.

Proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban yang digagasnya hingga kini masih menyisakan tanda tanya terkait kelanjutan dan keberlanjutannya, terlebih pasca dinamika hukum yang berkembang.(TIM)

Related Articles

Back to top button