NasionalPemerintahan

Program Terpadu Pemerintah Dinilai Kunci Kemandirian Pangan dan Energi

Jakarta, GemaTipikor – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa berbagai program pemerintah di sektor pangan, energi, dan sumber daya manusia (SDM) merupakan satu kesatuan kebijakan yang saling terhubung dan tidak dapat dipandang secara terpisah,(Selasa 28 April 2026).

Dalam forum Investor Daily Quarter Review, Dony menjelaskan bahwa persepsi publik kerap terfokus pada kebijakan yang terlihat di permukaan, tanpa memahami kerangka besar yang menjadi dasar perumusan program tersebut. Ia mencontohkan isu swasembada pangan yang sering diperdebatkan, padahal menurutnya hal itu merupakan bagian dari strategi nasional yang terintegrasi.

“Swasembada pangan tidak berdiri sendiri. Ini bagian dari sistem besar yang dirancang untuk memperkuat kemandirian bangsa,” ujarnya.

Di sektor pangan, pemerintah mendorong sejumlah langkah strategis seperti pencetakan sawah baru, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, penyediaan pompa pertanian, serta penguatan peran Bulog dalam menyerap hasil panen petani. Selain itu, pembenahan tata niaga juga menjadi perhatian, mengingat masih banyak petani yang terjebak dalam sistem yang melemahkan posisi tawar mereka.

Sebagai solusi, pemerintah mengembangkan Koperasi Merah Putih guna memutus rantai distribusi yang panjang, memperkuat kelembagaan petani, serta menjaga stabilitas harga hasil pertanian.

Dari sisi input produksi, pemerintah melakukan reformasi pada sektor pupuk. Perubahan model bisnis PT Pupuk Indonesia dari cost plus menjadi mark to market disebut berhasil mendorong efisiensi dan menurunkan harga pupuk hingga sekitar 20 persen, sekaligus memacu modernisasi industri pupuk nasional.

Sementara itu, pada sektor energi, pemerintah berupaya menekan ketergantungan impor LPG dan BBM melalui berbagai kebijakan hilirisasi dan diversifikasi energi. Langkah tersebut meliputi pengembangan DME dari batu bara, perluasan jaringan gas rumah tangga, peningkatan penggunaan biodiesel dari B40 menuju B50, serta pengembangan bioetanol berbasis komoditas lokal seperti jagung dan ubi.

Uji coba pipanisasi gas rumah tangga yang tengah dilakukan di Batam menjadi salah satu contoh implementasi kebijakan tersebut. Program ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik, mengurangi beban subsidi, dan menekan aliran devisa keluar negeri.

Pada aspek SDM, pemerintah menekankan pentingnya investasi jangka panjang melalui peningkatan kualitas gizi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Berbagai program seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, tes TBC, hingga pembangunan Sekolah Garuda dan fakultas kedokteran menjadi bagian dari strategi tersebut.

Dony menegaskan bahwa ketiga sektor tersebut saling berkaitan erat. Ketahanan pangan membutuhkan petani yang kuat dan sejahtera, ketahanan energi menuntut kemandirian sumber daya, sementara ketahanan SDM hanya dapat dicapai melalui perbaikan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Dengan pendekatan terintegrasi ini, pemerintah menargetkan terwujudnya Indonesia yang lebih mandiri, sehat, produktif, dan berkelanjutan di masa depan.

Editor: AH

Related Articles

Back to top button