NasionalPendidikan

Satgas PRR Salurkan Rp1,9 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera

Jakarta, GemaTipikor – Jumat 8 Mei 2026. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga awal Mei 2026, dana sebesar Rp1,9 triliun telah disalurkan guna mendukung revitalisasi ribuan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan data Satgas PRR per 8 Mei 2026, tercatat sebanyak 4.922 satuan pendidikan terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Meski demikian, seluruh sekolah dipastikan tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan capaian 100 persen melalui berbagai skema pembelajaran sementara, mulai dari penggunaan kelas darurat, tenda pendidikan, hingga lokasi belajar alternatif.

Dari total sekolah terdampak, sebanyak 3.002 satuan pendidikan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp2,86 triliun. Sementara itu, 2.792 sekolah telah menerima penyaluran dana tahap pertama.

Aceh menjadi wilayah dengan jumlah revitalisasi terbesar, yakni 2.012 sekolah dengan total anggaran Rp1,98 triliun. Di Sumatera Utara, revitalisasi mencakup 658 sekolah dengan anggaran Rp600,9 miliar, sedangkan di Sumatera Barat sebanyak 332 sekolah memperoleh dukungan anggaran Rp281,7 miliar.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan masa depan generasi muda.

“Fasilitas pendidikan terdampak memang cukup besar. Karena itu proses pembangunan dan rehabilitasi terus didorong agar penyelesaiannya bisa berlangsung cepat,” ujar Amran dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Amran, percepatan revitalisasi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan TNI Angkatan Darat. Sebanyak 2.606 sekolah direvitalisasi melalui mekanisme swakelola, sementara 267 sekolah kategori rusak berat maupun relokasi ditangani melalui kerja sama dengan TNI AD.

Ia menjelaskan, proses pembangunan dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi lapangan, mulai dari pembersihan area terdampak hingga pembangunan kembali fasilitas yang mengalami kerusakan berat.

“Kalau rusak berat tentu membutuhkan pembangunan baru sehingga tidak bisa langsung ditempati. Karena itu ada beberapa sekolah yang sementara direlokasi untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan,” katanya.

Satgas PRR memastikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pendidikan akan terus dilakukan agar para siswa di wilayah terdampak dapat kembali belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

Editor: AH

Related Articles

Back to top button