Pendidikan

Pondok Ramadan SDN Kawu 4 Kedunggalar: Menanamkan Nilai Islami Sejak Dini, Ditutup dengan Khotmil Qur’an dan Berbagi Takjil

Ngawi I GemaTipikor – Suasana religius dan penuh semangat tampak di SDN Kawu 4, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, yang menggelar kegiatan Pondok Ramadan selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Maret 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Sekolah Ratriani Puspa Ningrum, S.Pd, sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para siswa sejak usia dini.

Program Pondok Ramadan tersebut diikuti oleh para siswa dengan berbagai kegiatan edukatif dan spiritual yang dirancang untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membentuk karakter islami.

Guru Pendidikan Agama Islam Nurokhim, S.Pd menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan disusun secara bertahap selama tiga hari dengan materi yang menarik dan mudah dipahami anak-anak.

“Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan shalat Dhuha berjamaah, dilanjutkan tadarus dan pembelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an), kemudian ditutup dengan shalat Dzuhur berjamaah,” jelas Nurokhim.

Memasuki hari kedua, kegiatan semakin diperkaya dengan materi kepemimpinan bagi siswa, dilanjutkan kembali dengan tadarus Al-Qur’an serta shalat Dzuhur berjamaah.

Sementara itu, hari ketiga menjadi puncak kegiatan Pondok Ramadan. Para siswa mengikuti shalat Dhuha berjamaah, kemudian mendapatkan materi cerita anak sholeh yang sarat nilai moral dan keteladanan. Kegiatan dilanjutkan dengan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) dan MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an), serta aktivitas kreatif membuat kaligrafi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan shalat Dzuhur berjamaah, khotmil Qur’an, serta kegiatan sosial berbagi takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan pembelajaran berbagi di bulan suci Ramadan.

Menurut Nurokhim, kegiatan Pondok Ramadan ini telah menjadi agenda rutin tahunan sekolah.

“Kegiatan ini setiap tahun kami laksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman agama, membentuk karakter, serta menanamkan nilai-nilai Islami sejak dini kepada para siswa,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter.(AS)

Related Articles

Back to top button