NasionalTopik Terkini

Ketahanan APBN di Tengah Dinamika Global, Pemerintah Pastikan Fiskal Tetap Aman

Jakarta, GemaTipikor – Minggu, 10 Mei 2026. Pemerintah menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap aman dan dikelola secara optimal di tengah dinamika ekonomi global. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai spekulasi yang menyebut ketahanan fiskal Indonesia berada dalam kondisi kritis.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah tegas klaim yang menyebut kas negara hanya mampu bertahan dalam waktu singkat. Menurutnya, informasi tersebut tidak akurat dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Menkeu yang menjabat sejak 8 September 2025 di Kabinet Merah Putih itu menegaskan bahwa posisi kas negara masih kuat dan dikelola secara aktif melalui strategi active cash management guna menjaga likuiditas sekaligus mendorong aktivitas ekonomi nasional.

“Cash management kita sudah baik. Yang Rp300 triliun kita masukin ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas, supaya ekonomi bisa berjalan. Jadi tidak usah takut dengan APBN, pemerintah masih cukup dan uang kita masih banyak,” tegas Menkeu dalam media briefing di Jakarta, 24 April 2026.

Pemerintah memastikan kondisi ekonomi nasional masih terkendali dan APBN tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi. Berbagai indikator menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia masih kuat, termasuk dari lembaga internasional.

Pada April 2026, lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Status tersebut menunjukkan Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade dengan risiko gagal bayar yang dinilai rendah.

Peringkat itu dinilai penting untuk menjaga arus investasi, menekan biaya pinjaman, serta memperkuat stabilitas ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi global, tingginya suku bunga dunia, dan ketidakpastian geopolitik.

Pemerintah juga menekankan bahwa penguatan fiskal saat ini merupakan hasil reformasi yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari sektor perpajakan, bea cukai, hingga efisiensi belanja negara.

“Yang kita subsidi adalah yang memang betul-betul membutuhkan,” ujar Menkeu Purbaya.

Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun meskipun tekanan harga energi global masih berlangsung.

Menurut Menkeu, keputusan tersebut telah dihitung secara matang, termasuk dengan asumsi harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS per barel. Dengan skenario itu, defisit APBN disebut tetap terkendali di kisaran 2,9 persen.

“Subsidi terhadap BBM akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik. Anggaran kita cukup,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah juga menyiapkan bantalan fiskal berupa sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun untuk menghadapi tekanan ekonomi lanjutan.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, pemerintah memperkenalkan pendekatan yang disebut sebagai survival mode. Istilah tersebut, menurut pemerintah, bukan menandakan kondisi krisis, melainkan bentuk kewaspadaan dan pengetatan disiplin dalam pengelolaan kebijakan ekonomi.

“Kita tidak boleh main-main. Kalau programnya main-main, kita akan digiling bangsa lain,” tegas Menteri Keuangan.

Melalui pendekatan itu, pemerintah memperkuat pengawasan terhadap program dan kebijakan fiskal, termasuk memperbaiki potensi kebocoran di sektor perpajakan dan bea cukai.

Selain itu, koordinasi lintas sektor juga diperkuat melalui pembentukan satuan tugas untuk mempercepat pelaksanaan program strategis nasional dan mengatasi hambatan di lapangan.

Pemerintah menegaskan bahwa disiplin fiskal tetap menjadi kunci utama menjaga stabilitas ekonomi nasional. Belanja negara difokuskan pada program yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, sementara pengeluaran yang tidak efisien ditekan.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan ruang-ruang inefisiensi terjadi di perekonomian kita apalagi kalau disengaja,” kata Menkeu.

Dengan kombinasi disiplin fiskal, reformasi struktural, dan pendekatan survival mode, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif di tengah tekanan global dan mampu menjaga keseimbangan fiskal secara berkelanjutan.

Editor: AH

Related Articles

Back to top button