NasionalPemerintahan

Ketua MA Dr.Sunarto Ingatkan Aparatur Peradilan Tetap Rendah Hati dan Jujur

Jakarta, GemTipikor – Minggu 10 Mei 2026. Ketua Sunarto kembali menegaskan pentingnya integritas, kesederhanaan, dan keteladanan bagi aparatur peradilan. Pesan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi Kepala Badan Urusan Administrasi (BUA), Dr. Sobandi, bersama para Hakim Yustisial di lingkungan BUA di Gedung Mahkamah Agung Republik Indonesia pada 20 April 2026.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Ketua MA menyampaikan pesan yang sarat makna: aparatur peradilan harus menjadi role model, bukan sekadar “foto model”. Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa kehormatan seorang aparatur negara tidak diukur dari pencitraan atau kemewahan yang dipamerkan, melainkan dari integritas, kesederhanaan, dan dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat.

Ketua MA mengingatkan bahwa aparatur peradilan sebaiknya tidak memamerkan gaya hidup maupun pencapaian pribadi, terlebih di tengah derasnya arus media sosial yang kerap mendorong budaya pencitraan. Menurutnya, kecenderungan untuk mencari pengakuan publik dapat mengaburkan esensi pengabdian sebagai pelayan keadilan yang semestinya menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.

Di era digital, tantangan menjaga integritas semakin kompleks. Ruang media sosial sering kali menjadikan popularitas sebagai ukuran keberhasilan. Karena itu, aparatur peradilan dituntut memiliki kedewasaan dalam bersikap, mampu menjaga batas antara kebutuhan berbagi informasi dan dorongan membangun citra diri secara berlebihan.

Pesan Ketua MA tersebut menekankan bahwa masyarakat tidak menilai aparat penegak hukum dari apa yang ditampilkan, melainkan dari apa yang dirasakan. Putusan yang adil, perilaku sederhana, dan sikap yang konsisten akan jauh lebih bermakna dibanding sekadar pencitraan di ruang publik.

Menurutnya, keteladanan sejati lahir dari keberanian untuk tetap jujur, kesabaran menjaga integritas, dan kerendahan hati untuk tidak mencari pengakuan.

Keteladanan tidak membutuhkan panggung, tetapi membutuhkan komitmen untuk terus berjalan lurus dalam setiap keadaan.

Pesan moral tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh aparatur peradilan bahwa amanah jabatan bukan tentang seberapa sering terlihat, melainkan seberapa besar manfaat dan dampak positif yang dapat diberikan kepada masyarakat serta dunia peradilan Indonesia.

Editor: AH

Penulis: M. Khusnul Khuluq

Related Articles

Back to top button