Operasi Saber Bersinar 2026: BNNP Sumut Sikat Tempat Hiburan Malam
Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan

Medan | GemaTipikor — Komitmen memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika kembali ditegaskan oleh BNNP Sumatera Utara melalui pelaksanaan Operasi Saber Bersinar 2026. Dalam operasi yang digelar pada Jumat dini hari, 5 Juni 2026, petugas gabungan menyasar sejumlah tempat hiburan malam di Kota Medan sebagai langkah nyata mempersempit ruang gerak peredaran narkoba.
Operasi tersebut melibatkan personel gabungan dari BNNP Sumatera Utara, Dit Samapta Polda Sumatera Utara, Brimob Polda Sumatera Utara, serta Propam Polda Sumatera Utara. Kehadiran aparat dalam jumlah besar menjadi pesan tegas bahwa perang terhadap narkoba tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang mencoba merusak generasi bangsa.
Sejumlah lokasi hiburan malam yang menjadi sasaran pemeriksaan antara lain Platinum High KTV, LION KTV, Xtand, Grand D’Blues, Golden Dragon, dan Golden Tiger. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan identitas, pengawasan aktivitas pengunjung, serta tes urine secara acak terhadap 134 orang.
Hasilnya, satu orang pengunjung terindikasi positif menggunakan narkotika. Yang bersangkutan langsung diamankan dan dibawa ke Kantor BNNP Sumatera Utara di Jalan Balai POM Medan guna menjalani pemeriksaan lanjutan serta proses asesmen sesuai ketentuan yang berlaku.
Petugas menegaskan bahwa setiap indikasi penyalahgunaan narkotika akan ditindaklanjuti secara profesional dan tanpa kompromi. Pendalaman akan terus dilakukan guna memastikan tidak ada jaringan atau aktivitas peredaran gelap narkotika yang beroperasi di balik aktivitas tempat hiburan malam.
Operasi Saber Bersinar 2026 sendiri merupakan program terpadu yang mengedepankan pendekatan pencegahan sekaligus penindakan. Selain razia dan deteksi dini, program ini juga mencakup sosialisasi bahaya narkoba, pemetaan kawasan rawan, hingga pembongkaran jaringan peredaran narkotika yang mengancam keamanan dan masa depan masyarakat.
BNNP Sumatera Utara menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh aparat semata. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan serta memperkuat pengawasan di lingkungan masing-masing.
Operasi ini menjadi bukti bahwa negara hadir dan tidak akan pernah lengah dalam menghadapi ancaman narkoba. Tidak ada toleransi bagi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika yang merusak generasi penerus bangsa. (TIM)





