PSHT Jatim Bangkit dan Bersih-Bersih Internal: Legalitas Sah, Saatnya Akhiri Konflik dan Kembalikan Marwah Organisasi

Kediri I GemaTipikor — Pengakuan resmi dari Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) terhadap kepengurusan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di bawah kepemimpinan Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc. menjadi penanda berakhirnya ruang abu-abu organisasi sekaligus titik awal kebangkitan PSHT menuju arah yang lebih tegas, terhormat, dan bermartabat.
Momentum itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Refresh PSHT Jawa Timur di Padepokan PSHT Cabang Kota Kediri, Sabtu (16/5/2026), yang dihadiri jajaran ketua cabang, dewan cabang, hingga warga tingkat II se-Jawa Timur.
Mengusung tema “Mantap Persaudaraan, Taat Ajaran dan Pertajam Keilmuan PSHT”, forum tersebut bukan sekadar agenda konsolidasi biasa. Rakorwil ini menjadi sinyal keras bahwa PSHT Jawa Timur siap menutup lembaran konflik internal, membersihkan stigma negatif, dan kembali merebut posisi terhormat sebagai kekuatan utama pencak silat nasional.
Ketua PSHT Pengprov Jawa Timur, KM M. Dwi Suntoro, menegaskan bahwa legalitas organisasi yang telah diakui PB IPSI tidak lagi memberi ruang bagi polemik berkepanjangan yang selama ini menghambat pembinaan atlet dan merusak citra organisasi.
“PSHT harus kembali menjadi rumah besar persaudaraan dan prestasi, bukan arena konflik yang melelahkan. Sekarang legalitas sudah jelas, saatnya seluruh energi diarahkan untuk membangun, bukan bertikai,” tegas Dwi.
Ia menyoroti bagaimana konflik internal selama beberapa tahun terakhir telah membuat banyak atlet potensial PSHT kehilangan ruang pembinaan dan kesempatan tampil di level resmi IPSI maupun KONI.
Padahal, kata dia, PSHT merupakan salah satu perguruan pendiri IPSI yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pencetak atlet-atlet tangguh dan penjaga nilai luhur pencak silat Indonesia.
Karena itu, seluruh cabang PSHT di Jawa Timur kini didorong aktif kembali masuk dalam struktur IPSI daerah agar dapat mengambil peran strategis dalam pembinaan olahraga sekaligus menjaga stabilitas organisasi di tingkat akar rumput.
“Kalau secara hukum kita sudah sah, maka tidak ada alasan lagi untuk menutup ruang terhadap PSHT. IPSI daerah maupun KONI harus objektif dan memberi ruang yang setara bagi atlet-atlet PSHT,” ujarnya tajam.
Tak hanya bicara prestasi, Rakorwil juga menjadi momentum evaluasi besar terhadap arah organisasi. Seluruh cabang diminta memperkuat kualitas latihan, memperbanyak ranting dan rayon, serta mengembalikan ajaran Setia Hati pada ruh aslinya: membentuk manusia berbudi luhur, bermental kuat, dan berguna bagi masyarakat.
PSHT Jawa Timur secara terbuka menegaskan bahwa organisasi tidak boleh lagi dicemari tindakan arogan, kekerasan jalanan, ataupun perilaku yang mencederai nama besar Setia Hati.
Sebaliknya, warga PSHT didorong tampil di garis depan dalam kegiatan sosial seperti donor darah, santunan masyarakat, pengobatan gratis, hingga aksi kemanusiaan dan kepedulian lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Suntoro juga mengapresiasi kondisi PSHT Cabang Kota Kediri yang dinilai berhasil menjaga kondusivitas organisasi di tengah dinamika yang sempat terjadi.
Ia menilai kepemimpinan Sudjoko Adi Poerwanto mampu membawa PSHT Kota Kediri tetap solid, tertata, dan fokus pada pembinaan generasi muda serta penguatan prestasi atlet.
Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Kota Kediri, Sudjoko Adi Poerwanto, menegaskan bahwa PSHT tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai organisasi persaudaraan dan pendidikan karakter.
“Tujuan SH itu jelas, membangun persaudaraan dan mendidik manusia berbudi luhur yang tahu mana benar dan mana salah. Itu yang harus dijaga bersama,” tegas Sudjoko.
Saat ini PSHT Kota Kediri membina sekitar 700 siswa dengan 350 siswa dijadwalkan mengikuti pengesahan. Selain latihan rutin, berbagai program sosial terus dijalankan sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Hari ini perjuangan terbesar kita bukan hanya mencetak atlet, tetapi juga mengembalikan kehormatan dan marwah PSHT di mata masyarakat,” pungkasnya.
(AS)





