Daerah

Polairud Polda Kalbar Hadirkan Kapal Perpustakaan Terapung di Sungai Kapuas

Perluas Akses Literasi Masyarakat Pesisir

Pontianak I GemaTipikor — Komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif dan merata kembali ditunjukkan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat melalui peluncuran Kapal Perpustakaan Terapung di kawasan Sungai Kapuas, Kamis (16/4/2026). Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses literasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah pesisir.

Kegiatan yang digelar di kawasan Alun-Alun Kapuas, Pontianak, sejak pukul 08.00 WIB tersebut melibatkan personel Ditpolairud bersama masyarakat pesisir, dengan fokus utama pada siswa-siswi sekolah dasar sebagai generasi penerus.

Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Kanit 1 SAR Binmas Air, AKP M. Taslim, didampingi Danpal Batu Layang VI-3002 Aiptu Bambang Sutrisno bersama jajaran personel Subdit Patroli Airud. Dalam kesempatan tersebut, AKP M. Taslim menegaskan bahwa kehadiran kapal perpustakaan terapung bukan sekadar menghadirkan ruang baca, melainkan juga membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.

“Program ini adalah wujud kepedulian kami dalam menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat pesisir. Kami berharap fasilitas ini mampu membuka cakrawala pengetahuan, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi masa depan,” ujarnya.

Tak hanya berfokus pada edukasi, Ditpolairud juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Kesadaran kolektif, termasuk menjauhi penyalahgunaan narkoba serta menjunjung tinggi nilai etika dan sopan santun, menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Kalbar, Kombes Pol Agusman, S.I.K., menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Polri dalam mendukung pembangunan SDM unggul, khususnya di kawasan perairan.

“Kapal Perpustakaan Terapung ini kami hadirkan sebagai jembatan literasi bagi masyarakat pesisir. Kami ingin memastikan bahwa akses terhadap pengetahuan dapat dirasakan secara merata, tanpa terkecuali,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan keterbukaan pihaknya untuk menjalin sinergi lintas sektor, termasuk dengan instansi seperti Dinas Perpustakaan dan KPAI Kota Pontianak, guna memperluas jangkauan serta memperkuat dampak program literasi tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak tampak aktif memanfaatkan fasilitas dengan membaca berbagai koleksi buku, mulai dari sains, pengetahuan umum, hingga pertanian.

Kehadiran Kapal Perpustakaan Terapung ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat fondasi pendidikan dan membangun budaya literasi masyarakat pesisir, khususnya di sepanjang aliran Sungai Kapuas.(Bsg)

Related Articles

Back to top button